Pondok Pesantren Al-Qur'an Nurhasanat - Karawang Indonesia 2015 - 2018

Kamis, 27 September 2018

MAKAN UNTUK HIDUP BUKAN HIDUP UNTUK MAKAN



Memberi motivasi atau nasehat merupakan syarat mutlak dalam dunia pendidikan & pengajaran, begitu pula yang dilakukan oleh Pondok Modern Gontor. Pendidikan Gontor tidak pernah lepas dari kata Tasji’, motivasi, kata-kata pembakar semangat para santri. Jadi tidak lah asing jikalau disetiap buku-buku, di asrama, gedung, bahkan didalam dapur sekalipun ada kata-kata bijak tertera disana.
Salah satu dari kata bijak itu ialah “ Makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan”. Kata ini mengajarkan kita bahwa hidup didunia ini bukanlah sekedar mengisi perut lalu tidur, bangun tidur lalu makan lagi layaknya seekor kambing. Akan tetapi penuh dengan tugas yang harus diemban. Makan timbulah pertanyaan, mengapa harus hidup didunia ?, Allah SWT menjawab dalam firmannya :
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّما خَلَقْناكُمْ عَبَثاً وَ أَنَّكُمْ إِلَيْنا لا تُرْجَعُونَ
Artinya: “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan  dikembalikan kepada Kami ?(Qs. Al-Mu’minun 23:115).
Allah SWT menciptakan kita sebagai manusia untuk melakukan sebuah misi, tugas yang harus diemban, bukan hanya menciptkana saja dan tanpa adanya amal hisab.
Makna luas dari “Makan untuk hidup bukan hidup untuk makan”, bahwa kehidupan didunia bukan hanya sekedar sebatas meraih kebahagiaan dunia saja. Sekolah hingga jenjang yang lebih tinggi, meraih gelar lalu bekerja, memiliki harta yang berlimpah, mempunyai istri yang cantik. Adakah itu jaminan untuk kita hidup bahagia ? meskipun tentunya hal tersebut tidak bisa kita tinggalkan. Tentunya ada yang harus kita lakukan, yaitu mengabdi, menyembah kepada sang maha pencipta. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat Adz-Dzaariyat : 51-56
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُون
Artinya: ” Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu”. (Qs, Adz Dzaariyat: 56(.
Jadi tugas utama kita adalah menyembah kepada yang maha pencipta, mengabdi disertai hidup bermu’amalah dengan sesama. Sebagai contoh yaitu menunaikan zakat, shodaqoh, infaq, mengayomi anak yatim & fakir miskin. Hal itu merupakan bentuk wujud rasa syukur atas apa yang apa yang diberikan kepada kita. Semoga kita termasuk dalam golongan manusia yang bukan hidup untuk makan. Amiin

Sumber : https://www.kompasiana.com/

0 comments:

Posting Komentar

Instagram

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Latest News
Copyright © SMA Al-Qur'an Nurhasanat | Powered by Blogger
Design by Napi Otnasus | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com