Pondok Pesantren Al-Qur'an Nurhasanat - Karawang Indonesia 2015 - 2018
Informasi Penerimaan Santri Baru
Lokasi kami; Sentuh Gambar
Quisque eget mauris at elit
Hafidzoh 30 Juz Santri Nurhasanat
Goes to Campus Yogyakarta
Gedung Utama

Kurikulum

princeton-97827_1280

Phasellus fringilla vehicula egestas. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos himenaeos. Nam gravida porta tellus sit amet commodo.

Kesiswaan

san-jose-92464_1280

Phasellus fringilla vehicula egestas. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos himenaeos. Nam gravida porta tellus sit amet commodo.

Ekstrakurikuler

academic-2769_1280

Phasellus fringilla vehicula egestas. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos himenaeos. Nam gravida porta tellus sit amet commodo.

Kamis, 08 November 2018

Minggu, 07 Oktober 2018

Selasa, 02 Oktober 2018

Minggu, 30 September 2018

BNPB: Korban Tewas Gempa dan Tsunami Palu Jadi 832 Orang


JAKARTA, KOMPAS.com - Korban tewas akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah bertambah jadi 832 Orang. Informasi terbaru tersebut disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho Minggu (30/09/2018) siang. "Update dampak bencana jumlah korban jiwa sampai siang ini pukul 13.00, total 832 orang meninggal dunia terdiri di Kota Palu 821 orang dan Donggala 11 orang," kata Sutopo. Korban tewas akibat tertimpa bangunan dan diterjang tsunami.

Sutopo mengatakan, jumlah korban kemungkinan masih akan terus bertambah karena pencarian dan evakuasi terus dilakukan. Proses pencarian dan evakuasi korban hari ini fokus di Hotel Roa Roa yang runtuh, Ramayana, Pantai Talise, hingga perumahan Balaroa. "Di Hotel Roa Roa diperkirakan ada 50-an orang korban," lanjutnya. Sutopo mengatakan, operasi SAR tidak mudah karena terkendala listrik padam, minimnya fasilitas alat berat, hingga terputusnya akses menuju lokasi. Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 7,4 dan tsunami terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018).

Sumber : kompas.com

Kamis, 27 September 2018

MAKAN UNTUK HIDUP BUKAN HIDUP UNTUK MAKAN



Memberi motivasi atau nasehat merupakan syarat mutlak dalam dunia pendidikan & pengajaran, begitu pula yang dilakukan oleh Pondok Modern Gontor. Pendidikan Gontor tidak pernah lepas dari kata Tasji’, motivasi, kata-kata pembakar semangat para santri. Jadi tidak lah asing jikalau disetiap buku-buku, di asrama, gedung, bahkan didalam dapur sekalipun ada kata-kata bijak tertera disana.
Salah satu dari kata bijak itu ialah “ Makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan”. Kata ini mengajarkan kita bahwa hidup didunia ini bukanlah sekedar mengisi perut lalu tidur, bangun tidur lalu makan lagi layaknya seekor kambing. Akan tetapi penuh dengan tugas yang harus diemban. Makan timbulah pertanyaan, mengapa harus hidup didunia ?, Allah SWT menjawab dalam firmannya :
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّما خَلَقْناكُمْ عَبَثاً وَ أَنَّكُمْ إِلَيْنا لا تُرْجَعُونَ
Artinya: “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan  dikembalikan kepada Kami ?(Qs. Al-Mu’minun 23:115).
Allah SWT menciptakan kita sebagai manusia untuk melakukan sebuah misi, tugas yang harus diemban, bukan hanya menciptkana saja dan tanpa adanya amal hisab.
Makna luas dari “Makan untuk hidup bukan hidup untuk makan”, bahwa kehidupan didunia bukan hanya sekedar sebatas meraih kebahagiaan dunia saja. Sekolah hingga jenjang yang lebih tinggi, meraih gelar lalu bekerja, memiliki harta yang berlimpah, mempunyai istri yang cantik. Adakah itu jaminan untuk kita hidup bahagia ? meskipun tentunya hal tersebut tidak bisa kita tinggalkan. Tentunya ada yang harus kita lakukan, yaitu mengabdi, menyembah kepada sang maha pencipta. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat Adz-Dzaariyat : 51-56
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُون
Artinya: ” Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu”. (Qs, Adz Dzaariyat: 56(.
Jadi tugas utama kita adalah menyembah kepada yang maha pencipta, mengabdi disertai hidup bermu’amalah dengan sesama. Sebagai contoh yaitu menunaikan zakat, shodaqoh, infaq, mengayomi anak yatim & fakir miskin. Hal itu merupakan bentuk wujud rasa syukur atas apa yang apa yang diberikan kepada kita. Semoga kita termasuk dalam golongan manusia yang bukan hidup untuk makan. Amiin

Sumber : https://www.kompasiana.com/

Instagram

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Latest News
Copyright © SMA Al-Qur'an Nurhasanat | Powered by Blogger
Design by Napi Otnasus | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com