Memberi motivasi atau nasehat merupakan
syarat mutlak dalam dunia pendidikan & pengajaran, begitu pula yang
dilakukan oleh Pondok Modern Gontor. Pendidikan Gontor tidak pernah
lepas dari kata Tasji’, motivasi, kata-kata pembakar semangat
para santri. Jadi tidak lah asing jikalau disetiap buku-buku, di asrama,
gedung, bahkan didalam dapur sekalipun ada kata-kata bijak tertera
disana.
Salah satu dari kata bijak
itu ialah “ Makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan”. Kata ini
mengajarkan kita bahwa hidup didunia ini bukanlah sekedar mengisi perut
lalu tidur, bangun tidur lalu makan lagi layaknya seekor kambing. Akan
tetapi penuh dengan tugas yang harus diemban. Makan timbulah pertanyaan,
mengapa harus hidup didunia ?, Allah SWT menjawab dalam firmannya :
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّما خَلَقْناكُمْ عَبَثاً وَ أَنَّكُمْ إِلَيْنا لا تُرْجَعُونَ
Artinya:
“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu
secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada
Kami ?(Qs. Al-Mu’minun 23:115).
Allah
SWT menciptakan kita sebagai manusia untuk melakukan sebuah misi, tugas
yang harus diemban, bukan hanya menciptkana saja dan tanpa adanya amal
hisab.
Makna luas dari “Makan untuk hidup bukan hidup untuk makan”,
bahwa kehidupan didunia bukan hanya sekedar sebatas meraih kebahagiaan
dunia saja. Sekolah hingga jenjang yang lebih tinggi, meraih gelar lalu
bekerja, memiliki harta yang berlimpah, mempunyai istri yang cantik.
Adakah itu jaminan untuk kita hidup bahagia ? meskipun tentunya hal
tersebut tidak bisa kita tinggalkan. Tentunya ada yang harus kita
lakukan, yaitu mengabdi, menyembah kepada sang maha pencipta. Dalam hal
ini Allah berfirman dalam surat Adz-Dzaariyat : 51-56
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُون
Artinya: ” Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu”. (Qs, Adz Dzaariyat: 56(.
Jadi
tugas utama kita adalah menyembah kepada yang maha pencipta, mengabdi
disertai hidup bermu’amalah dengan sesama. Sebagai contoh yaitu
menunaikan zakat, shodaqoh, infaq, mengayomi anak yatim & fakir
miskin. Hal itu merupakan bentuk wujud rasa syukur atas apa yang apa
yang diberikan kepada kita. Semoga kita termasuk dalam golongan manusia
yang bukan hidup untuk makan.
Amiin
Sumber : https://www.kompasiana.com/